Kamis, 03 Januari 2013

Senyuman Terakhirmu




Puisi ini merupakan kisah nyata dari seseorang yang mencoba mencari keikhlasan 



Senyuman Terakhir

malam itu

sebuah tragedi yang amat dahsyat
menyayat jiwa hadir melanda
bagai petir diterik mentari
datang robohkan tegapnya ragaku

gelap tanpa cahaya
lemah tak berdaya
kosong tanpa isi itulah ragaku saat itu
tak mampu aku beranjak
tak mampu aku mengucap

melihat wajah pucat yang tertidur lelap
ku usap butir-butir bening yang jatuh dari mataku
lentik jari yang tak bertenaga
nada suara yang terbatah-batah tak mampu mengucap
namun masih sempatku dengar
sepenggal kalimat yang jauh nan merdu
 mengundang hujan air mataku

"IKHLAS DAN SABAR DINDA, MAAF AKU TELAH MENDAHULUIMU 
DAN MEMBERI BEBAN BERAT PADA PUNDAKMU
JANGAN MENANGIS KARENA AKU PERGI DENGAN SENYUMAN"

seketika suara itu hilang
perlahan kau pejamkan mata dan hembusan nafas terakhirmu
yang mengundang jeritan ku
dan menghilangkan kesunyian malam itu

kau kekasih ku...kau penguat jiwaku
dipangkuanku kau tertidur
membuatku tertegun bertemankan hujan air mata
dalam tangis kusapu wajah pucat yang tertidur lelap
seraya hati berbisik

"YA ROBB...KINI DIA TAK AKAN MERINTIH KESAKITAN LAGI,
KINI DIA TAK AKAN TERBANGUN KARENA LARA LAGI,
 KINI DIA TELAH TERTIDUR LELAP DISAMPINGMU YA ROBB,
AKU IKHLASKAN DIA KEMBALI PADAMU KARENA ENGKAULAH PEMILIKNYA"

entah apa yang terjadi setelah itu
yang ku ingat hanya sebutan ayat-ayat ALLAH
dan jerit tangis yang mendekap erat raganya
aku tetap membisu
tak mampu melawan keadaan saat itu
semua telah berlalu bersama iringan waktu

kini hatiku sunyi,malamku jadi sepi
dan jiwa ini tak lagi bernyanyi..
Selamat jalan kekasih
moga kita mampu berjumpa di akhir nanti





By:  *****
Editing: Admin

*** Silahkan Copy paste Puisi ini, dengan catatan sertakan linknya. ***
Terima Kasih


Backlink here..

11 komentar:

  1. untaian kata yg penuh makna
    bagus sekali puisi nya mbak...

    salam ya :)

    BalasHapus
  2. berbakat banget buat puisi kamu sob ,salut aku

    BalasHapus
  3. Innalillahi wainnailaihi rojiuuuunn...

    BalasHapus
  4. Puisi yg sangat indah. terima kasih

    BalasHapus
  5. Puisinya sangat bagus sekali kawan, dari kata^nya begitu indah...
    terima kasih dan sukses selalu

    BalasHapus
  6. caramu memilih kata untuk mengungkapkan duka sangat menyentuh. Sejatinya, puisi mampu berbicara pada hal-hal yang tidak jujur sekalipun. salam:)

    BalasHapus
  7. .. wachhhhhh,, puisinya bener^ menyentuh. apalagi ttg kesedihan. huhh ..

    BalasHapus
  8. salute...salute....puisi boleh lah, terasa di hati :D

    BalasHapus